Pendidikan di Indonesia secara umum masih belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Belakangan ini bermacam-macam program telah dicetuskan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya adalah dalam bidang bahasa. Bahasa inggris merupakan salah satu bahasa Internasional yang banyak digunakan untuk berkomunikasi oleh sebagian besar populasi dunia. Bahasa Inggris di sekolah menjadi penting untuk diajarkan demi memenuhi tantangan kemajuan dalam dunia pendidikan dan teknologi yang terus berkembang semakin pesat. Selain itu, bahasa Inggris juga semakin penting diajarkan di Indonesia karena hal tersebut merupakan kunci utama untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).
Dewasa ini, bahasa Inggris merupakan salah satu bahasa Internasional yang diajarkan di banyak sekolah di Indonesia terutama untuk tujuan berkomunikasi. Salah satu cara berkomunikasi adalah dengan cara mendalami kemampuan berbicara (speaking skill). Kemampuan berbahasa tidak hanya sekedar menguasai faktor linguistiknya akan tetapi juga perlu diperhatikan faktor sosiolinguistik. Tidak dapat disangkal bahwa faktor kebahasaan memegang peranan penting dalam keefektifan penggunaan bahasa Inggris akan tetapi juga tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak faktor diluar unsur kebahasaan tersebut yang juga mempengaruhi kemampuan berbahasa seseorang terutama bahasa Inggris.
Dilihat secara umum, kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia di mata dunia rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia, termasuk tetangga di Asia Tenggara. Berdasarkan rilis lembaga pendidikan EF English Proficiency Index (EF EPI) tahun 2025, Indonesia masih berada di peringkat ke – 80 dari 123 negara dengan skor 468. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemahiran berbahasa Inggris di Indonesia masih relatif rendah.
Negara Indonesia telah mempersiapkan Indonesia Emas di tahun 2045. Visi besar tersebut menjadi semangat bagi negara untuk menyongsong Indonesia maju dan berdaya saing tinggi pada 100 tahun kemerdekaannya. Untuk itu, peran dari pembelajaran Bahasa Inggris harus dirancang dengan baik untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat regional akan tetapi juga secara global.
Berdasarkan hasil pemetaan awal (baseline survei) dan asesmen diagnostik terhadap 755 siswa SMP Negeri 1 Selogiri menunjukkan adanya permasalahan sebagai berikut:
- kurangnya keberanian. Saat diminta untuk berbicara dalam bahasa Inggris, hanya 30,07% (227 siswa) SMP Negeri 1 Selogiri yang berani berbicara bahasa Inggris;
- minimnya lingkungan praktik otentik. 42,12% (318 siswa) mengeluhkan tidak pernah mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan native speaker maupun lingkungan luar kelas yang mendukung.
- kendala kelancaran berbicara (Fluency): 45, 03% (340 siswa) mengalami hambatan dalam kelancaran berbicara bahasa Inggris;
- keterbatasan Kosakata dan Tata Bahasa. Sebanyak 49% (370 siswa) kesulitan merangkai kalimat secara spontan untuk komunikasi harian.
Merujuk pada berbagai data tersebut, SMP Negeri 1 Selogiri membuat terobosan inovasi BIS BASURI (Bicara Asyik Bahasa Inggris untuk Sehari-hari). Hal ini bertujuan untuk membantu murid di SMP Negeri 1 Selogiri agar dapat berbicara bahasa Inggris dengan aktif, percaya diri, dan menyenangkan dalam konteks kehidupan sehari-hari.