Pendidikan di Indonesia secara umum masih belum menunjukkan kemajuan yang signifikan. Belakangan ini Bermacam-macam program telah dicetuskan oleh pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan, salah satunya adalah dalam bidang bahasa. Bahasa inggris merupakan salah satu bahasa Internasional yang banyak digunakan untuk berkomunikasi oleh sebagian besar populasi dunia. Bahasa inggris di sekolah menjadi penting untuk diajarkan demi memenuhi tantangan kemajuan dalam dunia pendidikan dan teknologi yang terus berkembang semakin pesat. Selain itu, bahasa Inggris juga semakin penting diajarkan di Indonesia karena hal tersebut merupakan kunci utama untuk menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi Asean).

Dewasa ini, bahasa inggris merupakan salah satu bahasa Internasional yang diajarkan di banyak sekolah di Indonesia terutama untuk tujuan berkomunikasi. Salah satu cara berkomunikasi adalah dengan cara mendalami kemampuan berbicara (speaking skill). Kemampuan berbahasa tidak hanya sekedar menguasai faktor linguistiknya akan tetapi juga perlu diperhatikan faktor sosiolinguistik. Tidak dapat disangkal bahwa faktor kebahasaan memegang peranan penting dalam keefektifan penggunaan bahasa Inggris akan tetapi juga tidak dapat dipungkiri bahwa ada banyak faktor diluar unsur kebahasaan tersebut yang juga mempengaruhi kemampuan berbahasa seseorang terutama bahasa Inggris.

Dilihat secara umum, kemampuan berbahasa Inggris masyarakat Indonesia di mata dunia dilihat rendah dibandingkan dengan negara lain di dunia, termasuk tetangga di Asia Tenggara. Berdasarkan rilis lembaga pendidikan EF English Proficiency Index (EF EPI) tahun 2024, Indonesia masih berada di peringkat ke – 80 dari 116 negara di dunia dan peringkat 5 dari 10 negara di ASEAN dengan skor 468. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kemahiran berbahasa Inggris di Indonesia masih relatif rendah.

Negara Indonesia telah mempersiapkan Indonesia Emas di tahun 2045. Visi besar tersebut menjadi semangat bagi negara untuk menyongsong Indonesia maju dan berdaya saing tinggi pada 100 tahun kemerdekaannya. Untuk itu, peran dari pembelajaran Bahasa Inggris harus dirancang dengan baik untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan siap bersaing tidak hanya di tingkat regional akan tetapi juga secara global.

Dengan merujuk pada berbagai data di atas, SMP Negeri 1 Selogiri membuat terobosan inovasi “Bicara Asyik Bahasa Inggris untuk Sehari-hari”. Hal ini dilatarbelakangi oleh beberapa tantangan dan kebutuhan dalam pembelajaran dan penggunaan bahasa Inggris di SMP Negeri 1 Selogiri.   Beberapa faktor yang melatarbelakangi inovasi ini antara lain:

      1. kurangnya keberanian. Ini adalah salah satu hambatan terbesar. Saat diminta untuk berbicara dalam bahasa Inggris, 77% murid SMP Negeri 1 Selogiri merasa takut;

      2. lingkungan belajar yang kurang mendukung. 60% murid SMP Negeri 1 Selogiri sering kali tidak memiliki kesempatan yang cukup berlatih berbicara di luar lingkungan kelas;

      3. kendala dalam pengucapan. 57,8% masalah dalam pengucapan yang kurang tepat bisa menghambat komunikasi dan membuat murid kurang percaya diri; dan

      4. keterbatasan kosakata dan tata bahasa. Sebanyak 52% murid sering kali kesulitan untuk menggunakan kosa kata dan tata bahasa secara spontan dalam percakapan.